Pengunjung melakukan semua keperluannya mandiri.
Urusan yang berulang tidak lagi melalui Anda.
Layanan
Merapikan alur kerja, membangun aplikasinya, lalu menyambungkan keduanya. Tiga hal yang biasanya dikerjakan tiga pihak berbeda.
Pekerjaan berulang yang selama ini manual, kami buat berjalan sendiri, supaya waktu Anda kembali ke hal yang hanya bisa Anda kerjakan.
Aplikasi yang tumbuh dari cara kerja Anda, untuk tim di dalam maupun orang yang Anda layani. Bukan template yang harus diikuti, tapi ruang yang menyesuaikan.
Menyambungkan alat-alat yang tersebar jadi satu alur yang saling bicara, lalu menitipkan yang berulang pada AI yang paham konteks Anda.
Karya
Bukan tangkapan layar. Silakan klik dan pakai seperti pengunjung biasa.
Butik kue sus yang menerima pesanan langsung dari halamannya: pilih rasa dan ukuran box, stok habis terlihat jelas, batas pesan hari itu tertulis di depan.
Halaman kedai kopi yang menjawab sebelum ditanya: jam ramai, letak colokan, menu berikut harga, sampai memesan meja.
Konsultasi brand lewat percakapan suara. Pemilik usaha cukup bercerita tiga puluh menit, lalu pulang membawa Brand Brief yang bisa langsung dipakai.
Booking online untuk barbershop yang sudah tiga dekade berjalan. Pelanggan memilih layanan dan jamnya sendiri, slot langsung terkunci. Tidak ada lagi menunggu di kursi antre.
Walkie-talkie digital untuk tim lapangan. Tekan, bicara, lepas. Tanpa perlu membeli HT, dan bayarnya per tim, bukan per kepala.
Ceklist harian, catatan hafalan, dan presensi dalam satu sistem. Santri, pengajar, pengasuh, dan orang tua masing-masing punya tampilan sendiri. Bisa dicoba tanpa daftar.
Klub panahan tradisional yang menjawab pertanyaan calon murid sebelum mereka bertanya: boleh pemula, alat dipinjamkan dulu, delapan orang per kelas. Sisanya lanjut di WhatsApp.
Pufffect, Urban Brew, dan Adam Barbershop adalah rancangan yang kami bangun sendiri. Datanya masih contoh, dan bisa disesuaikan untuk usaha Anda. Temu Jati, HAWO, Madrasah Al-Muttaqien, dan Maidan Archery sudah berjalan dan dipakai sungguhan.
Mulai perbincangan
Ketuk, lalu ceritakan situasinya.
Menyimak cerita Anda...
Yang kami pahami
Sudah sesuai dengan maksud Anda?
Tinggal satu langkah
Ke mana kami membalasnya?
Kami hanya memakainya untuk membalas. Tidak untuk yang lain.
Kami membacanya dengan tenang, lalu membalas.